Kedai kopi & gula — Progo, Bandung — sejak 2019
Kopi yang jujur,
manis yang wajar.
Kami menyeduh pelan, menakar gula dengan jujur, dan menulis takarannya di papan — supaya kamu tahu persis apa yang masuk ke cangmirmu.
Satu sendok gula pasir. Seimbang — sama seperti cara ibu membuatnya.
Dari saringan kain ibu, untuk kota yang kurang tidur.
Kafemanis mulai dari dapur ibu di Citarum: kopi tubruk disaring kain, gula aren cair dimasak sampai wangi ke sekolah-lebaran. Tetangga datang bawa gelas sendiri. Dari sanalah kami percaya — kopi enak tidak butuh alat mahal, ia butuh ketelitian dan kejujuran.
Sampai hari ini kami masih menakar gula di depan pelanggan. Kalau papan tulis bilang “dua sendok”, berarti dua sendok. Tidak ada sirup rasa yang bersembunyi di dasar cangkir, tidak ada takaran yang diubah diam-diam.
“Gula yang jujur tidak perlu bersembunyi di dasar cangkir.”
Sekarang kedai kami kebagian ruko kecil di Progo — bangku kayu, meja marmer warisan, dan satu papan tulis yang tiap pagi ditulis ulang. Datang pagi, kamu kebagian roti bakar paling hangat.
Sudah di sekitar Progo? Kopinya lagi hangat.
Memeriksa jam kedai…
—
sebelah bengkel sepeda Pak Asep.
* Tiap tanggal gajian, es kopi susu diskon 5 ribu. Serius, kami tulis di papan juga.